Pesan Waisak 2566/2022 Sangha Theravada Indonesia

Pesan Waisak 2566/2022 dari Sangha Theravada Indonesia. pisangdanpepaya.blogspot.com;

https://pisangdanpepaya.blogspot.com/


Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa


Maggānaṭṭhaṅgiko seṭṭho
saccānaṃ caturo padā
virāgo seṭṭho dhammānaṃ
dipadānañca cakkhumā.


Di antara banyak jalan,
jalan ariya berunsur delapan adalah terunggul.
Di antara banyak kata kebenaran,
empat kata kebenaran adalah terunggul.
Di antara banyak keberadaan,
keberadaan bebas dari nafsu ragawi
adalah terunggul.
Dan, di antara banyak manusia,
sang penglihat adalah terunggul.
(Dhammapada, 273)



Hari Trisuci Waisak mengingatkan kita pada tiga peristiwa suci yang terjadi dalam kehidupan Guru Agung Buddha Gotama, yaitu: kelahiran, pencerahan dan kemangkatan. Tiga peristiwa suci itu terjadi pada hari yang sama, dengan tahun berbeda, yaitu hari purnama raya di bulan Waisak. Kelahiran calon Buddha 623 SM, di Taman Lumbini, Kāpilavatthu, Nepal. Pencerahan Sempurna tahun 588 SM, di bawah Pohon Bodhi, Bodhgaya, India. Dan, Kemangkatan Buddha tahun 543 SM pada usia 80 tahun di Kusinārā, India. Hari Trisuci Waisak 2566 tahun ini jatuh pada tanggal 16 Mei 2022. Umat Buddha di Indonesia dan seluruh dunia merayakan hari Trisuci Waisak, dengan penuh keyakinan untuk menghayati ajaran kebenaran Dhamma sebagai landasan penuntun hidup benar.


Saṅgha Theravāda Indonesia mengangkat tema Trisuci Waisak 2566/2022: Moderasi Beragama Membangun Kedamaian. Moderasi beragama sangat tepat diterapkan di tengah kehidupan dewasa ini, agar memberi kesempatan bagi umat Buddha dan umat beragama lain untuk melaksanakan agama masing-masing dengan sikap saling bertoleransi, sehingga terbangunlah kedamaian hidup antar umat beragama di Indonesia.


Nilai Kemanusiaan dan Keseimbangan Pemahaman


Moderasi beragama menjadi kebutuhan untuk menemukan persamaan dalam perbedaan dan bukan mempertajam perbedaan dengan bersikap eksklusif. Moderasi beragama menjunjung nilai kemanusiaan dan menghadirkan keseimbangan pemahaman agama di tengah masyarakat.


Nilai kemanusiaan terdapat pada penerapan cinta kasih dan kasih sayang, dengan cara mengharap serta melakukan tindakan-tindakan yang mengarah pada kehidupan manusia yang bersahabat. Kekerasan, ketakutan, penindasan, bahkan pembunuhan tidak mencerminkan penerapan cinta kasih dan kasih sayang. Sebaliknya kekerasan dapat menimbulkan konflik, ketegangan dan permusuhan sesama. Kekerasan bermula dari dorongan kebencian yang tak terkendali, memunculkan sikap ingin menguasai ataupun meniadakan yang lainya. Bukan hanya terarah kepada individu, tetapi dapat pula ditujukan pada kelompok tertentu.


Keseimbangan pemahaman agama memerlukan keluasan wawasan berpikir sehingga mampu memahami agama sesuai dengan konteks sejarah maupun perkembangan zaman. Konteks sejarah akan menghargai agama sesuai dengan tradisi dan budaya pada saat itu, sedangkan konteks perkembangan zaman akan menghargai berbagai aspek kehidupan yang dibutuhkan pada zamannya, apakah aspek politik, ekonomi, sosial, budaya bahkan sains dan teknologi yang terus berkembang. Karena itu keseimbangan menerapkan agama memerlukan landasan maknawi agama yang menjadi pedoman utama bagi umat beragama. Landasan maknawi agama diperoleh dari sejauh mana umat beragama memahami esensi pandangan pendiri agamanya yang terdapat pada teks agama.


Moderasi beragama sebagai ‘jalan bijak’ memadukan cinta kasih dan kasih sayang serta pemahanan agama lebih terbuka terhadap perkembangan kehidupan dewasa ini, sehingga moderasi beragama dapat menjauhkan sikap ekstrem bahkan pemikiran primordialisme dan intoleransi terhadap perbedaan.


Moderasi beragama sebenarnya, telah lama menjadi aspek penting dalam membangun peradaban manusia di tanah air kita sejak dahulu kala. Pada masa Kerajaan Medang (Mataram Kuno) terdapat kehidupan beragama yang harmonis, meskipun ada perbedaan agama di tengah masyarakat. Raja Wangsa Syailendra membangun candi-candi Buddhis, sedangkan raja Wangsa Sanjaya mendirikan banyak candi Hindu. Candi-candi itu terletak berdampingan satu sama lain, masing-masing penganut agama beribadah dengan leluasa dan saling menghargai. Candi Buddhis terkenal, Borobudur telah ditetapkan sebagai tempat ibadah umat Buddha Indonesia dan dunia. Pernikahan penganut beda agama sudah lazim terjadi, Raja Rakai Pikatan beragama Hindu mempersunting Ratu Pramodawardhani, puteri Raja Samaratungga, beragama Buddha. Dengan dasar kecintaan terhadap istrinya, Rakai Pikatan mendirikan Jinamandira Candi Plaosan, yang bercirikan Buddhis.


Guru Agung Buddha mengajarkan kehidupan berimbang dengan prinsip jalan tengah atau jalan madya. Prinsip jalan tengah menghindari dua cara hidup ekstrem, yaitu: mengikuti hasrat kesenangan indra dan mengikuti praktik penyiksaan diri. Ibarat menarik senar gitar terlalu kencang atau memasang terlalu kendur, sama-sama tidak menghasilkan suara yang indah, karena itu buatlah senar gitar sedang-sedang, supaya menimbulkan suara merdu dan dapat didengar dengan menyenangkan. Hidup berimbang itu diujudkan dengan pengembangan kebijaksanaan, kesusilaan (moral), dan keteguhan pikiran (meditasi) Buddhis.


Membangun Kedamaian


Kedamaian hendaknya dibangun dari diri sendiri terlebih dahulu, kemudian diterapkan ke luar diri. Kedamaian diri sendiri muncul karena telah berkurangnya bahkan lenyapnya kotoran pikiran seperti keserakahan, kebencian dan ketidak-bijaksanaan. Saat batin masih dikuasai oleh kotoran pikiran, maka berbagai bentuk perilaku kekerasan, ekstrem, primordialisme bahkan intoleransi akan tumbuh berkembang.


Guru Agung Buddha berpesan bahwa para bijaksanawan terkendali perbuatan, ucapan, dan pikirannya, sesungguhnya mereka itu benar-benar telah dapat menguasai dirinya. Pada kesempatan lain Guru Agung Buddha mengatakan bijaksanawan tidak berbuat jahat demi kepentingannya sendiri ataupun orang lain, demikian pula ia tidak menginginkan anak, kekayaan, pangkat atau keberhasilan dengan cara tidak benar. Orang seperti itulah yang sebenarnya luhur, bijaksana, dan berbudi.


Marilah umat Buddha sekalian melaksanakan moderasi beragama dengan menerapkan cinta kasih dan kasih sayang disertai kebijaksanaan, kesusilaan (moral), dan keteguhan pikiran (meditasi), agar kotoran pikiran dapat dikurangi bahkan dilenyapkan sehingga terbangunlah kedamaian masyarakat di Indonesia.


Satu hal yang perlu diperhatikan bagi kehidupan beragama adalah menjauhi sikap intoleransi yang merusak sendi-sendi persaudaraan antar manusia maupun bangsa. Sesuai amanat Bapak Presiden Joko Widodo pada saat ritual penyatuan tanah dan air yang dilakukan di IKN Nusantara, penyatuan tanah dan air melambangkan kerukunan, persatuan dan kesatuan tanah air, untuk tetap menjadi bangsa yang kokoh dalam persaudaraan, agar memiliki daya juang yang kuat untuk membangun peradaban baru demi kejayaan bangsa.


Semoga Tuhan Yang Maha Esa, Tiratana, selalu melindungi.


Selamat Hari Trisuci Waisak 2566/2022.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.


Jakarta, 16 Mei 2022
SAṄGHA THERAVĀDA INDONESIA
ttd.
Bhikkhu Sri Subhapañño, Mahāthera
Ketua Umum / Saṅghanāyaka


Untuk download file pdfnya silahkan kunjungi disini.

PGI Tetapkan Tema Paskah 2022 “Tak Terpisahkan Dari Kasih Allah”

JAKARTA, pisangdanpepaya.blogspot.com – Tema Paskah tahun 2022 yang dikeluarkan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) adalah “Tak Terpisahkan Dari Kasih Allah” (Roma 8:38-39). Tema ini dimaksudkan untuk merefleksi situasi kebangsaan dan kekristenan kekinian sambil memberi perspektif dalam menghadapi Tahun Baru 2018. Demikian dikatakan dalam pesan PGI yang dirangkum pisangdanpepaya.blogspot.com, Jumat (15/12).

https://pisangdanpepaya.blogspot.com/


“Firman Allah menjanjikan, tidak ada kesulitan dan penderitaan apa pun yang sanggup merampas kasih Allah dari kita, dan tidak ada apa pun di dalam dunia ciptaan ini yang sanggup merampas kita dari kasih Allah,” kata Majelis Pekerja Harian PGI pada pesan tersebut.


Ditambahkan, tema tersebut dipilih karena Pada tahun ini, untuk ketiga kalinya kita merayakan kebangkitan Kristus di tengah-tengah pandemic Covid-19. Dua tahun yang berat telah kita lewati bersama. Sekalipun tertatih, kita melangkah dan masih akan terus melangkah. Inilah langkah-langkah iman, langkah-langkah dalam kepercayaan kepada Allah di dalam Yesus Kristus. Untuk itu, PGI mengingatkan ada sedikitnya dua hal yang dapat kita refleksikan dalam perayaan Paskah tahun ini.


Pertama, apa pun kesulitan dan beban berat yang kita pikul pada saat ini, kasih Allah yang telah dinyatakan kepada kita melalui kematian dan kebangkitan Kristus selalu beserta kita. Kristus telah bangkit dan mengalahkan maut. Kita yang berada di dalam Kristus, mengalami kasih Allah yang dicurahkan kepada kita. Kasih Allah inilah yang memegang kita erat-erat. Kemenangan-Nya atas maut memberi kita jaminan bahwa tidak ada ancaman dan kesusahan seberat apa pun yang dapat mengalahkan Allah dan yang dapat mengambil kasih Allah yang telah Dia curahkan kepada kita.


Kedua, kasih Allah di dalam Yesus Kristus adalah kenyataan yang paling berharga. Selain itu, dalam perayaan-perayaan Paskah, artinya kita merayakan kasih Allah yang dicurahkan kepada kita melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus - kasih yang memegang kita dengan erat dan kuat. Tak terpisahkan dari kasih Allah inilah yang seharusnya membuat kita merasa cukup, puas, dan bahagia.


Selama kasih Allah masih memegang erat-erat diri kita, selama itu juga kita dapat mengulurkan tangan menyalurkan kasih kepada sesama kita.


Selamat merayakan kasih Allah dan ketidakterpisahan dari kasih-Nya sebagaimana dikatakan oleh Majelis Pekerja Harian PGI dalam menyambut peringatan kebangkitan Yesus Kristus. (https://pisangdanpepaya.blogspot.com/)

PESAN NATAL BERSAMA PGI- KWI 2021

KWI, pisangdanpepaya.blogspot.com – Konferensi Wali Gereja (KWI) bersama dengan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengeluarkan pesan Natal bersama 2021.


Tema pesan Natal KWI-PGI Tahun ini adalah ““Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan” (bdk. 1Ptr. 1:22), Berikut isi pesan Natal selengkapnya:



CINTA KASIH KRISTUS YANG MENGGERAKKAN PERSAUDARAAN

(bdk. 1Ptr. 1:22)


“Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.”


Saudari-saudara terkasih,


Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia dan Konferensi Waligereja Indonesia menyampaikan salam Natal bagi kita semua.


Untuk kedua kalinya kita merayakan Natal di tengah pandemi Covid-19. Kita bersyukur, berkat kerja keras pemerintah, keterlibatan berbagai lembaga swasta dan semangat persaudaraan yang merupakan sifat hidup bangsa kita, sekarang ini kita sudah berada dalam keadaan jauh lebih baik dibandingkan beberapa waktu yang lalu. Tetapi memulihkan keadaan, mengatasi akibat-akibat dahsyat pandemi Covid-19, yang menyangkut berbagai segi dan wilayah kehidupan masih membutuhkan waktu dan usaha keras seluruh warga bangsa – pemerintah, lembaga-lembaga bisnis dan masyarakat warga. Untuk itu perlu semangat persaudaraan dalam arti yang seluas-luasnya.


Saudari-saudara yang terkasih,


Perayaan Natal di tahun kedua pandemi ini mengajak kita untuk melihat kembali saudari- saudara yang ada di sekeliling kita. Surat 1 Petrus yang menjadi inspirasi Pesan Natal ini, ditulis untuk jemaat Kristiani di Asia Kecil yang sedang menghadapi penderitaan karena penganiayaan. Surat ini berisi nasihat tentang hidup praktis yang sesuai dengan iman Kristiani dan cara jemaat menghadapi cobaan dan penderitaan. Jemaat yang menerima surat ini dinasehati untuk memiliki rasa persaudaraan yang tulus ikhlas di dalam Kristus. Mereka adalah sesama “pendatang dan perantau” di dunia ini (2:11). Karena perasaan senasib dan sepenanggungan, mereka semestinya hidup seperti bersaudara kandung. Meski berada dalam berbagai cobaan, jemaat diyakinkan mengenai tujuan hidup yang agung, yaitu untuk terus-menerus memurnikan iman mereka (1:7) dan turut ambil bagian di dalam penderitaan Kristus (4:13). Sebaliknya, dengan memandang kepada Yesus sebagai batu penjuru, jemaat diimbau untuk menanggalkan perilaku yang memecah belah hidup persaudaraan, seperti; kejahatan, tipu muslihat, kemunafikan, kedengkian dan fitnah (2:1). Dalam keyakinan tersebut, pengikut Kristus memperoleh identitas baru sebagai umat milik Allah sendiri (2:9) dan dipanggil untuk memberitakan karya-Nya melalui kehidupan mereka di tengah-tengah dunia yang tidak bersahabat serta dengan sungguh-sungguh dan dengan segenap hati mengasihi satu sama lain (2:12, 17).


Natal 2021 mengingatkan kita untuk saling mengasihi dengan segenap hati dalam kasih persaudaraan yang tulus dan ikhlas melalui tindakan belarasa. Yesus Kristus yang kita rayakan kelahiran-Nya mendorong kita untuk mencari jalan-jalan baru yang kreatif untuk saling mengasihi, mewartakan keadilan dan membawa damai sejati.


Saudari-saudara terkasih,


Siapakah saudari-saudara kita? Bagi mereka yang berada dalam kesulitan, saudari dan saudara adalah mereka yang memberikan pertolongan (bdk. Luk. 10:36-37). Natal kali ini meminta kita yang digerakkan oleh kasih Kristus untuk menjadi saudari dan saudara bagi mereka yang berada di dalam kesulitan. Orang Indonesia adalah orang yang memegang erat falsafah persaudaraan. Seperti jemaat yang menerima Surat 1 Petrus, kita dengan sesama warga bangsa mesti menghidupi persaudaraan yang melampaui ikatan darah atau identitas primordial lainnya dengan cara berbelarasa dengan saudari-saudara kita, khususnya saudari-saudara kita yang paling membutuhkan. Belarasa bukanlah sekedar perasaan, tetapi kompetensi etis yang bersumber pada iman dan berbuah pada tindakan, bahkan gerakan untuk membantu sesama secara nyata. Inspirasi iman itu kita temukan dalam diri Yesus sendiri. Ia menjadi sama dengan kita (bdk. Flp. 2:7). Hati-Nya selalu tergerak oleh belas kasihan ketika Ia melihat orang-orang yang menderita (Mrk. 8:2). Ia menyatakan kepada para murid “Hendaklah kamu bermurah hati sama seperti Bapamu adalah murah hati” (Luk. 6:36). Ia juga menyatakan “… segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Mat. 25:40). Sebagai murid-murid Yesus, dalam hidup kita bersama, kita diundang untuk “menaruh pikiran dan persaaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Flp. 2:5)


Pandemi Covid-19 menyadarkan kita bahwa kita semua adalah saudari dan saudara yang berada dalam satu perahu dunia yang sedang menghadapi badai Covid-19. Dalam situasi ini, falsafah hidup persaudaraan sebagai karakter khas orang Indonesia menjadi semakin bermakna dan semakin mendesak untuk kita batinkan dan wujudkan. Sebagai saudari dan saudara kita diharapkan untuk saling menunjukkan kasih melalui aksi nyata. Persaudaraan yang sejati akan memupuk semangat belarasa. Semangat belarasa sebagai kompetensi etis yang bersumber pada iman Kristiani, akan memunculkan pertanyaan yang mesti kita jawab bersama-sama sebagai saudari dan saudara: “Apa yang harus kita lakukan, supaya lingkungan hidup kita menjadi semakin manusiawi?”. Ketika jawaban terhadap pertanyaan itu kita temukan – melalui kontemplasi dan analisa sosial – diperlukan kompetensi etis yang kedua, yaitu kerjasama di antara kita. Dari dinamika ini akan muncul gerakan-gerakan baru yang kreatif untuk menanggapi tantangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang menyangkut berbagai segi hidup manusia.


Dengan hidup saling menolong sebagai ungkapan belarasa satu sama lain, kasih Kristus dihadirkan secara nyata dan kita alami bersama. Mari kita mengambil waktu khusus untuk menjadi saudari dan saudara bagi siapa pun yang membutuhkan pertolongan, karena apa pun yang kita lakukan bagi saudari-saudara kita khususnya yang paling membutuhkan, kita melakukannya bagi Kristus (Mat. 25:31-46). Tuhan memberkati.


SELAMAT NATAL 2021 DAN TAHUN BARU 2022


Jakarta, 1 Desember 2021


Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)                 Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)


Pdt. Gomar Gultom                                                                  Ignatius Kardinal Suharyo

 Ketua Umum                                                                                             Ketua


Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty                                                 Mgr. Antonius Subianto Bunjamin Sekretaris Umum                                                                                   Sekretaris Jenderal


Untuk draft dalam bentuk PDF bisa di download di: Pesan Natal KWI-PGI 2021 ya sahabat pisangdanpepaya.blogspot.com

SELAMAT HARI GURU NASIONAL (INDONESIA)

Hari Guru Nasional (Indonesia) yang dirayakan setiap tanggal 25 November jatuh pada hari ini.


"Teachers are the epitome of strength and patience because they never give up on their students and always keep working on them for their better lives. Happy World Teachers' Day!"


Guru adalah lambang kekuatan dan kesabaran karena mereka tidak pernah menyerah pada murid mereka dan selalu terus bekerja pada anak muridnya untuk kehidupan murid-murid mereka yang lebih baik.




Baik hari Guru sedunia maupun Nasional memeliki latar belakang berbeda. Hari guru dilatarbelakangi oleh lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang dulu bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada 1912. PGHB tidak memandang latar belakang pendidikan, suku dan agama sehingga anggotanya tidak terbatas dari semua kalangan seperti guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah dengan latar belakang pendidikan beragam yang umumnya mengabdi di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.


Pada tahun 1932 PGHB berubah nama menjadi persatuan guru Indonesia (PGI) yang sempat membuat was-was pemerintah Kolonial Belanda karena penggunaan kata “Indonesia” dianggap mengorbangkan semangat nasionalisme. Organisasi ini bertahan hingga Belanda menyingkir dari Indonesia


Tahun 1942 tentara Jepang menduduki Indonesia dan melarang penggunaan bahasa Belanda dan Inggris. Perkumpulan atau perserikatan dilarang, termasuk PGI, sekolah-sekolah ditutup diganti pendidikan dasar dengan pelajaran bahasa Nippon dengan huruf katakana dan kanji. Bahasa Indonesia hanya dipakai sebagai bahasa pengantar di sekolah dasar.


Semangat kebangsaan guru-guru Indonesia tidak pernah pudar meskipun bekerja dibawah pemerintahan Jepang. Untungnya Jepang mempercayai bahwa pendidikan sangat diperlukan untuk kemajuan dan pembangunan bangsa. Pendidikan yang baik dilahirkan dari guru yang baik pula maka dari itu Jepang sangat menghormati guru. Guru dan dokter mendapat panggilan kehormatan “Sensei” yang berarti “mula-mula hidup” atau “orang yang tertua”.


Tiga bulan setelah diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia, Kongres I PGRI diselenggarakan dari tanggal 24-25 November 1945. Pada konngres itu disepakati berdirinya PGRI sebagai wahana persatuan dan kesatuan segenap guru di seluruh Indonesia. Maka, sebagai penghormatan kepada para guru, pemerintah menetapkan hari lahir PGRI tersebut sebagai Hari Guru Nasional dan diperingati setiap tanggal 25 November tiap tahunnya.


Selamat Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia - HUT PGRI - ke 76 tahun pisangdanpepaya.blogspot.com

SELAMAT HARI ANAK 2021: KATA BIJAK OLEH PBB, UCAPAN, GAMBAR, PESAN UNTUK DIBAGIKAN KEPADA ANAK-ANAK

Hari Anak 2021: Berikut adalah beberapa kata-kata inspiratif oleh PBB, harapan terbaik, gambar, dan pesan untuk dibagikan dengan teman dan keluarga pada perayaan anak-anak.


Selamat Hari Anak 2021: kata-kata bijak oleh PBB, harapan terbaik, gambar, dan pesan untuk dibagikan kepada Anak-anak dalam tulisan pisangdanpepaya diperbarui pada 20 November 2021 09:35 WIB


Bagikan pepatah terbaik tersebut buat Masyarakat Indonesia secara Nasional dari pisangdanpepaya.blogspot.com:


Selamat Hari Anak 2021: Dunia Internasional merayakan Hari Anak atau Deklarasi dan Konvensi tentang hak-hak anak setiap tahun pada tanggal 20 November, pada kesempatan ulang tahun kelahiran Deklarasi hak anak oleh PBB. Melalui situs resminya, Majelis Umum PBB berkata bahwa anak-anak adalah masa depan negara, dan bagaimana kita membesarkan mereka akan menentukan arah masa depan negara kita. PBB percaya bahwa anak-anak menunjukkan potensi besar untuk berkontribusi pada masyarakat dan kemanusiaan. Selain itu, PBB menharapkan Para ibu dan ayah, guru, perawat dan dokter, pemimpin pemerintahan dan aktivis masyarakat sipil, para pemuka agama dan komunitas, tokoh perusahaan dan profesional media, serta kaum muda dan anak-anak itu sendiri, dapat memainkan peran penting dalam membuat Hari Anak Sedunia relevan. Inilah yang menjadi latar belakang mengapa pada tanggal 20 November, orang-orang di dunia merayakan agenda tahunan PPB dan UNICEF dengan saling mengingatkan terkait hak-hak yang perlu dipenuhi orangtua, maupun Negara. Pada hari ini, sekolah menyelenggarakan kegiatan budaya, anak-anak datang mengenakan pakaian warna-warni dan memberikan pertunjukan khusus.


Selamat Hari Anak dan untuk merayakan hari istimewa ini, pisangdanpepaya mengumpulkan beberapa contoh kata-kata bijak yang mengesankan dan luar biasa dari PPB dan UNICEF yang dapat Anda bagikan dengan teman dan keluarga Anda. Penulis pisangdanpepaya juga memiliki Ucapan, gambar, dan pesan yang dapat Anda posting di Facebook, WhatsApp, Twitter dan platform media sosial lainnya.


Hari Anak 2021 Kata-kata Bijak: Kata-kata Inspiratif oleh PBB


"Anak-anak dan remaja mengangkat suara mereka tentang isu-isu yang penting bagi generasi mereka dan menyerukan orang dewasa untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Saat dunia pulih dari pandemi, semakin penting bagi kita untuk mendengarkan mereka." -Situs resmi PBB


Selamat Hari Anak "Hari ini, hari kita merayakan adopsi Konvensi Hak Anak, Saya ingin berbicara langsung kepada anak-anak di ruangan ini, dan melalui mereka, kepada semua anak di seluruh dunia. Anak-anak muda yang terkasih, masa depan planet kita… perdamaian masa depan dunia kita… ada di tangan Anda. Saya minta maaf untuk mengatakan itu, berusaha sekuat tenaga, kami orang dewasa mengecewakan Anda." -António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB


“Anak-anak dan remaja di Indonesia memiliki hak untuk mengekspresikan diri dan terlibat dalam dialog tentang masalah yang mempengaruhi mereka, dan kita harus memastikan mereka mendapat dukungan yang sigap dan tepat jika mereka terlibat dengan hukum.” -Debora Comini, Perwakilan UNICEF di Indonesia


"Anak hari ini adalah pemimpin masa depan...
Besok presiden dan perdana menteri...
Guru dan inovator besok ...
Besok bapak ibu…
Bahkan besok Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Setiap hari, kita semua di Perserikatan Bangsa-Bangsa bertanya pada diri sendiri: bagaimana kita dapat bekerja sama untuk mendukung dan melindungi Anda dengan sebaik-baiknya -- anak-anak di dunia?" -António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB


"Hari Anak Sedunia ini kami mengundang Anda untuk bertemu dengan kelompok Advokat Pemuda UNICEF dan juara muda lainnya yang memimpin dengan solusi baru dan kreatif untuk masalah besar dunia." -Situs resmi PBB



"Konvensi Hak-Hak Anak merupakan suatu perwujudan dari upaya untuk memenuhi hak asasi dan kesejahteraan anak," -Seto Mulyadi, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI)




Dari masa kanak-kanak, kita harus belajar bahagia tanpa alasan. Selamat Hari Anak sahabat pisangdanpepaya.blogspot.com!

DOWNLOAD PERMENDIKBUD NOMOR 1 TAHUN 2021 TENTANG JUKNIS PPDB TK SD SMP SMA SMK

https://pisangdanpepaya.blogspot.com, Berdasarkan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Juknis PPDB TK SD SMP SMA SMK Tahun Pelajaran 2021/2022, yang dimaksud Penerimaan Peserta Didik Baru di sini adalah penerimaan peserta didik baru pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK yang dilaksanakan secara objektif, transparan; dan akuntabel. Juga dilakukan tanpa diskriminasi kecuali bagi sekolah yang secara khusus dirancang untuk melayani peserta didik dari kelompok gender atau agama tertentu.


Tentang Jalur Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru, ditegaskan dalam Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis atau Juknis PPDB TK SD SMP SMA SMK Tahun Pelajaran 2021/2022, bahwa PPDB untuk SD, SMP, dan SMA dilaksanakan melalui jalur pendaftaran PPDB. Jalur pendaftaran PPDB meliputi: zonasi; afirmasi; perpindahan tugas orang tua/wali; dan/atau prestasi.


Jalur zonasi terdiri atas:
  • jalur zonasi SD paling sedikit 70% (tujuh puluh persen) dari daya tampung sekolah;
  • jalur zonasi SMP paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari daya tampung sekolah; dan
  • jalur zonasi SMA paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari daya tampung sekolah.



Jalur afirmasi paling sedikit 15% (lima belas persen) dari daya tampung sekolah. Jalur perpindahan tugas orang tua/wali paling banyak 5% (lima persen) dari daya tampung sekolah. Dalam hal masih terdapat sisa kuota dari jalur pendaftaran, Pemerintah Daerah dapat membuka jalur prestasi. Khusus Jalur prestasi tidak berlaku untuk jalur pendaftaran calon peserta didik baru pada TK dan kelas 1 (satu) SD.


Penjelasan lebih lanjut tentang Jalur Afirmasi, dinyatakan dalam Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Juknis PPDB TK SD SMP SMA SMK Tahun Pelajaran 2021/2022, bahwa PPDB melalui jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon peserta didik baru:
  • berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu; dan
  • penyandang disabilitas.



Peserta didik yang melalui jalur afirmasi merupakan peserta didik yang berdomisili di dalam dan di luar wilayah zonasi sekolah yang bersangkutan. Dalam hal calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur afirmasi melampaui jumlah kuota jalur afirmasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah setempat, maka penentuan peserta didik dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal calon peserta didik yang terdekat dengan sekolah.


Penjelasan lebih lanjut mengenai Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali dinyatakan dalam Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Juknis PPDB TK SD SMP SMA SMK Tahun Pelajaran 2021/2022, bahwa Perpindahan tugas orang tua/wali dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan. Dalam hal terdapat sisa kuota jalur perpindahan tugas orang tua/wali, maka sisa kuota dapat dialokasikan untuk calon peserta didik pada sekolah tempat orang tua/wali mengajar. Penentuan peserta didik dalam jalur perpindahan tugas orang tua/wali diprioritaskan pada jarak tempat tinggal calon peserta didik yang terdekat dengan sekolah.


Terkait jalur Jalur Prestasi, Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Petujnjuk Teknis atau Juknis PPDB TK SD SMP SMA SMK Tahun Pelajaran 2021/2022, bahwa bahwa PPDB melalui jalur dalam Pasal 12 ayat (2) huruf d ditentukan berdasarkan:
  • rapor yang dilampirkan dengan surat keterangan peringkat nilai rapor peserta didik dari sekolah asal (Rapor menggunakan nilai rapor pada 5 (lima) semester terakhir.)
  • prestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Bukti atas prestasi diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB.



catatan penting pisangdanpepaya.blogspot.com: Pemalsuan bukti atas prestasi dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Unduh Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPDB pada unduhan atau download disini.